Kunci Sukses Kurikulum Merdeka di Tingkat SMP: Fokus pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) membawa perubahan paradigma dari pembelajaran berbasis konten ke pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. Kunci Sukses Kurikulum Merdeka ini terletak pada fokus utamanya: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendalami isu-isu nyata di lingkungan sekitar mereka dan menerapkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila (beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif). Pemahaman mendalam tentang P5 adalah Kunci Sukses Kurikulum Merdeka yang menjamin lulusan SMP tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat dan mampu beradaptasi.
Penerapan P5 di SMP mewajibkan sekolah mengalokasikan sekitar 20% hingga 30% dari total jam pelajaran untuk kegiatan proyek. Hal ini menuntut adanya kolaborasi lintas mata pelajaran. Misalnya, tema ‘Kearifan Lokal’ dapat melibatkan guru Sejarah, Seni Budaya, dan Bahasa Indonesia. Agar P5 berjalan efektif, guru harus berperan sebagai fasilitator, bukan sekadar pengajar. Guru difokuskan untuk memandu siswa merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek mereka sendiri. Berdasarkan panduan implementasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Juli 2024, sekolah SMP dianjurkan melaksanakan minimal tiga hingga empat proyek P5 yang berbeda tema dalam satu tahun ajaran.
Aspek penilaian dalam P5 berbeda dari penilaian sumatif biasa. Penilaian P5 bersifat formatif dan holistik, berfokus pada perkembangan karakter siswa selama proses proyek berlangsung, bukan hanya hasil akhir proyek. Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Wilayah Jawa Barat pada Rabu, 26 Juni 2025, disimpulkan bahwa Kunci Sukses Kurikulum Merdeka terletak pada pendokumentasian observasi guru yang detail mengenai perkembangan dimensi karakter setiap siswa. Sekolah SMP yang berhasil seringkali menugaskan Guru Koordinator Proyek untuk memastikan integrasi keenam dimensi profil ke dalam setiap tahap proyek. Dengan demikian, P5 memastikan bahwa pembelajaran di SMP bukan hanya tentang nilai rapor, tetapi tentang pembentukan pribadi yang siap menghadapi dunia nyata dengan nilai-nilai Pancasila.
