Cara Atasi Mimisan: Jangan Mendongak! Panduan SMPN 4 Semarang

Admin/ Maret 8, 2026/ Pendidikan

Mimisan atau dalam istilah medis disebut epistaksis sering kali terjadi secara tiba-tiba di lingkungan sekolah. Cuaca panas, kelelahan, atau benturan ringan saat bermain sering menjadi pemicu munculnya darah dari lubang hidung. Selama ini, banyak orang salah kaprah dengan menyarankan penderita untuk mendongakkan kepala ke belakang. Padahal, tindakan ini justru berbahaya karena darah dapat mengalir ke tenggorokan dan menyebabkan tersedak atau iritasi lambung. SMPN 4 Semarang melalui program kesehatan siswanya menekankan pentingnya memahami cara atasi mimisan dengan metode yang benar dan aman.

Langkah pertama yang paling krusial saat terjadi perdarahan hidung adalah tetap tenang. Panik justru akan meningkatkan detak jantung dan membuat tekanan darah naik, yang pada akhirnya mempercepat aliran darah keluar dari hidung. Duduklah dengan posisi tubuh tegak dan sedikit condongkan kepala ke depan. Posisi condong ke depan ini sangat vital untuk memastikan darah keluar melalui lubang hidung dan tidak mengalir masuk ke saluran pernapasan.

Setelah posisi tubuh dipastikan benar, langkah selanjutnya adalah menekan bagian lunak hidung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit cuping hidung selama kurang lebih 10 menit tanpa jeda. Pastikan pernapasan dilakukan melalui mulut selama proses penekanan tersebut berlangsung. Jangan melepaskan jepitan sebelum durasi 10 menit tercapai, karena proses pembekuan darah membutuhkan waktu yang cukup stabil di dalam lubang hidung.

Selain tindakan manual tersebut, penggunaan kompres dingin pada pangkal hidung juga sangat disarankan. Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah di sekitar hidung, sehingga aliran darah yang keluar dapat berkurang secara signifikan. Siswa SMPN 4 Semarang diajarkan untuk tidak memasukkan benda apa pun, seperti tisu atau kapas, ke dalam rongga hidung karena dapat melukai dinding mukosa hidung yang sedang rentan.

Setelah perdarahan berhenti, hindari melakukan aktivitas fisik yang berat atau membersihkan hidung dengan terlalu kuat dalam beberapa jam ke depan. Jika mimisan terjadi berulang kali atau dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak berhenti setelah 20 menit, segera hubungi petugas kesehatan atau orang tua untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi mengenai tindakan pencegahan ini merupakan bagian dari kurikulum kesehatan sekolah yang bertujuan agar siswa mampu menolong diri sendiri dan teman di sekitarnya. Dengan pengetahuan yang tepat, tindakan pertolongan pertama yang diberikan tidak hanya menjadi langkah penyelamatan, tetapi juga mencegah komplikasi yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Share this Post